Berselancar di bayar $ Dollar

Free money making opportunity. Join Cashfiesta.com and earn cash.

Sabtu, 24 September 2011

Apa yang sudah kita lakukan untuk orang tua kita (Oleh-oleh dari blora)


Hari ini (24-septemper-2011)  saya  mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari seorang anak laki-laki kecil yang bernama dika. umurnya baru sekitar 9 tahun  dan di umurnya yang sudah Sembilan tahun dia (dika) baru menginjak kelas 1 SD karena kata kakeknya dia sempat berhenti sekolah , itulah sekelumit    tentang dika seorang anak pedagang nasi bungkus dan minuman di lapangan di sebuah event di daerah blora .trus apa istimewanya dika dan apa hubungannya dengan apa yang sudah kita lakukan  untuk orang tua kita, ok begini ceritanya ketika itu saya sedang bekerja untuk sebuah event di blora dan saya sering makan dan minum di lapak yang di buka ibunya dika secara tidak sengaja saya mengamati sidika yang rajin membantu ibunya ketika pagi  ibunya memasak dika turut membantu ibunya menyiapkan bumbu dan peralatan masak ketika siang rame pembeli dikapun ikut membantu ibunya melayani pembeli walau hanya sekedar menyodorkan segelas esteh kepada pembeli , ketika ibunya pergi kulakan (membeli barang dagangan yang sudah habis ,red) dika pun dengan sabar menunggu tempat ibunya jualan, ketika siang di saat anak seusianya bermain atau tidur siang ,dika tetap membantu ibunya tak ada keluhan yang keluar dari mulut mungilnya dan juga tidak ada permintaan untuk dibelikan sesuatu atau tuntutan apapun kepada ibunya, dika memang anak pendiam dan penurut pada orang tuanya dan yang lebih hebat dan dahsyatnya lagi dika masih kuat membantu ibunya  saat berkemas untuk pulang pada jam 2 dini hari ya benar jam 2 dini hari, walau sudah terlihat kantuk dan letih  diwajahnya  namun sekali lagi tidak ada keluhan dan rengekan dari mulut mungil dika yang dialakukan hanya mengangkuti barang-barang yang mampu ia bawa entah berapa kali dia bolak-ballik dari lapak tempat ibunya berjualan menuju gerobak di luar lapangan dan itu dika lakukan sempe semua barang ibunya terangkut semua,sungguh luar biasa menurut saya anak sekecil itu sudah bisa melakukan hal yang terbaik yang bisa ia lakukan walau mungkin ia sendiri belum tahu apa itu arti kata “berbakti Pada Orang Tua” tapi dika telah melakuakannya dengan baik tanpa keluhan, tanpa rengekan dan juga tanpa bantahan. Saya benar-benar angkat Topi dan memberikan topi saya kepada dika sebagai rasa salut saya sama dika karena hanya itu yang bisa saya berikan untuk dika , itupun topi saya dapet dari pemberian seorang Crosser (Pembalap) yang baru saja berlomba di lapangan tersebut. setelah semuanya selesai dika duduk didepan mushola dimana tempat gerobak ibunya berada  dan di situlah saya sempat ngobrol sedikit dengan dengan dika dan disitu pulalah saya tahu kalo namanya dika dan dia baru kelas 1 SD.
Dari kejadian tersebut ada sebuah pelajaran yang saya petik dan timbul pertanyaan di hati saya  
Apa yang sudah saya lakukan untuk kedua orang tua?
Masih membantahkah ketika di perintah ?
Masih taatkah ketika di larang untuk tidak melakukan sesuatu yang tidak baik  ?
Bukankah ridho orang tua yang bisa membuat sang Pencipta ridho ?
Dan saya juga jadi teringan tulisan di sebuah buku yang berjudul  “7 Keajaiban Rezeki”  karya Ipho Santosa  kurang lebih seperti ini kutipannya
Ø  Orang Tua selalu membanggakan kita , apakah kita selalu membanggakan orang tua kita
Ø  Orang tua selalu berusaha membahagiakan kita, apakah kita selalu berusaha untuk membahagian kedua orang tua kita
Ø  Orang tua selalu mendoakan kita , apakah kita selalu mendoakan orang tua kita
Ø  Orang tua selalu berkorban  untuk kita , apakah kita untuk selalu berkorban untuk orang tua kita
Ø  Orang tua membesarkan dan menafkahi kita  dan saudara saudara kita tampa pernah mengeluh   padahan kadang kehidupannya serba berkekurangan.
Semoga sekelumit tulisan ini bisa mengingatkan kita untuk selalu berbakti dan selalu memberikan yang terbaik untuk  kedua orang tua kita karena sebaik apapun  kita berbakti kepada orang tua kita itu tidak akan cukup untuk membalas kebaikannya walau hanya setetes susu yang telah di keluarkan untuk kita dan hanya ridho orang tualah yang bisa membuat sang Pencipta ridho kepada kita 

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More